Mario Teguh Kristen, Benarkah?….

Banyak yang bertanya-tanya tentang Apa Benar Mario Teguh Kristen?. Kalau bukan, Apa sebenarnya Agama Mario Teguh?

Saya sebenarnya heran dengan pertanyaan ini, karena sebelumnya saya telah menulis posting dengan judul Tentang Mario Teguh Yang Ternyata….

Namun usut punya usut, ternyata pertanyaan Mario Teguh Kristen bermula dari Dua tulisan di Kompasiana  yang berjudul Mario Teguh Nabi Baru dan Debat Terbuka Dengan Mario Teguh, yang diposting oleh Ki Juru Martani.

Ki Juru Martani mempertanyakan tentang kata-kata motivasi Mario Teguh yang sepintas seperti doa, yang bunyinya seperti ini

Tuhan Yang Maha Agung,

Kami memohon agar Engkau
menjadikan hati kami rindu dan
cenderung kepada yang benar,
…dan waspada terhadap bisikan
untuk mengabaikan kebenaran.

Sesungguhnya kekayaan
hanya bisa dicapai dengan kejujuran,
dan yang selainnya hanyalah harta
yang menandakan besarnya hukuman
yang sedang Kau tangguhkan.

Tuhan,

Rahmatilah kami dengan hati yang jujur,
pikiran yang lurus, dan tubuh yang patuh.

Aamiin

 

Kalau kemudian, posting yang dimuat di facebook ini segera mendapat  tak kurang 3.800 akun yang memberi komentar dan tak kurang 14.000 akun yang berikan ‘jempol’ tanda suka dalam waktu 3 jam saja. Jadi rata rata 1.200 akun yang memberi komentar per jam  atau  20-21 akun per menit. Tentu bukan itu yang dipertanyakan Ki Juru Martani.

Ki Juru Martani mempertanyakan Apa sebenarnya Agama Mario Teguh, karena dalam setiap kata-katanya terkadang diucapkan untaian baris seperti doa, namun beliau tidak pernah menyebutkan dalil maupun sumber kutipannya.

Agaknya pertanyaan dan tuduhan ini membuat gerah Mario Teguh. Karenanya tidak heran, dalam setiap kesempatan, kalau tidak salah mulai tahun 2012, Mario Teguh menambahkan salam khas Islami dalam Acara Mario Teguh Golden Ways yang selalu disiarkan oleh MetroTV.

Jadi, Apa Benar Mario Teguh Kristen?

Tambahan Renungan

Berikut ini adalah salah satu tulisan dari Hilda tentang Agama Mario Teguh

 

Banyak orang yang menyangka saya non muslim. Padahal ibu saya Manado yang bapaknya NU,ayah saya Jawa yang bapaknya Muhammadiyah. Jadi saya ini , yaa…memang setengah-setengah! *audience ketawa*

Kesimpulan, dari lahir saya sudah Islam, dan jujur saja, sewaktu mahasiswa saya tekun mempelajari semua agama. Lho iya …soalnya saya sempat “class” sama seorang ustad waktu remaja. Bagaimana ceritanya? Begini, saya kan waktu remaja itu bandel, ya bandel seperti anak-anak sekarang lah. Suatu hari, dalam sholat Jumat , ada ustad yang mengatakan : “Kalau berbuat hal itu (mungkin maksudnya tidak teratur sholat), semua amalannya tidak mungkin diterima!”

Saya berdiri lho waktu itu, saya protes ke ustadnya, ya kalau gitu apa gunanya lagi saya hidup!

Namanya masih darah muda….saya keluar dari mesjid. Saya putuskan untuk belajar agama-agama lain. Dalam pencarian agama itu, baru ketahuan sama saya, bahwa Islam ini agama yang paling terakhir, yang lengkap, dan ada kitab sucinya dari Tuhan lagi. Jadi hanya penyampaian ustad itu saja yang tidak tepat, sebenarnya, Islam itu indah.

Nah …soal saya menyebutkan “Tuhan”…Banyak juga orang muslim di Indonesia yang protes, kenapa saya pakai Tuhan, bukan Allah. Saya tanya balik sama dia : Allah itu nama apa? Dia jawab : namanya Tuhan. Lha, jadi boleh toh saya pakai yang lebih universal…?? Boleh kan pakai Tuhan??

Yang lain lagi protes kenapa saya tidak menyapa di awal dengan “assalamu’alaikum”,tapi “selamat malam”. Saya tanya lagi…..kita hidup di mana? Dia jawab Indonesia. Lah jadi saya bener kan pakai bahasa yang nasional. Setelah mengucapkan Selamat malam, saya juga susul dengan “assalamu’alaikum” , seperti tadi.

Begini Bapak2…Ibu2….yang mau saya sampaikan adalah, jangan kita perlihatkan aura kebengisan dari agama. Sadarlah, Islam itu indah dan nyaman.

*dengan nada penuh tekanan MT berkata * :

Jangan menakut-nakuti orang dengan agama, tapi tampilkanlah pribadi indah dari Islam!

Istilah Pencarian:

Klik untuk melihat isi list

12 thoughts on “Mario Teguh Kristen, Benarkah?….

  1. Rupanya anda sendiri nga ngerti apa2 ya???
    Pertanyaan di atas itu apa benar mario teguh itu kristen?
    Berarti seharusnya jawabannya ia atau bukan,terus apa agamanya mario teguh,ya anda langsung aja menjawab agama apa,
    bukan anda menceritakan tentang mislin itu indah,
    klo cerita anda seperti ini rupanya anda mau mengatakan kalu agama lain nga indah,
    kasian bangat pikiran kamu ini….

  2. mas adibu..kalo jadi orang negatif mulu tinggal aja di hutan..jangan cari masalah ajeee..biarin dia cerita.. kan buat isnpirasi buat yang laen..kalo gak demen jangan dibaca..masalah dia bilang islam itu indah yaa emang islam itu indah,kalo islam itu indah emang untuk indah itu cuma satu..kalo satu indah yang laen kagak bisaa?? pake nalar mas..jangan negatif mulu.yang kesian tuu ELUUUUUU..tengkyooooh

  3. Emang kalo Bapak Mario ini Kristen kenapa ?
    Tuhan aja punya anak satu-satunya, gak bingung meskipun katanya sekarang masuk Kristen.
    Eh, ssst. ada yang tau gak di mana rumah Adibu ? Jadi pengin tau gua, sesempurna apa sih mahluk tuuu.

  4. Suatu hari, dalam sholat Jumat , ada ustad yang mengatakan : “Kalau berbuat hal itu (mungkin maksudnya tidak teratur sholat), semua amalannya tidak mungkin diterima!”

    Saya berdiri lho waktu itu, saya protes ke ustadnya, ya kalau gitu apa gunanya lagi saya hidup!

    Namanya masih darah muda….saya keluar dari mesjid.

    PERTANYAANnya..
    kenapa buk mario pergi sholat jum”at…
    bukannya sholat jum”at itu di peruntukan khusus untuk kaum pria…..???

  5. Tampaknya ada kesalah pahaman diantara para pembaca (termasuk saya), karena ada ke-ambigu-an dalam tulisan di atas. Menurut pengamatan saya, kesalahpahaman bersumber pada tulisan ini:

    “Berikut ini adalah salah satu tulisan dari Hilda tentang Agama Mario Teguh”

    Kalau demikian, seolah-olah hilda sedang menceritakan pengalaman pribadinya di waktu muda. Maka tidak heran jika banyak pembaca salah paham, karena judul tulisannya adalah “Mario Teguh Kristen, Benarkah…..?”

    Kalau saya sendiri menangkap, cerita di atas bukan lah seorang HILDA yang sedang menceritakan pengalaman pribadinya. Akan tetapi HILDA sedang bercerita tentang seorang MARIO TEGUH yang sedang menceritakan pengalaman rohaninya di waktu muda (agak membingungkan ya?).

    Kayaknya pemilik blog ini memang mengutip cerita dari tulisan Hilda, tapi hanya diambil sebagian saja.

    Saran: Mohon untuk pemilik blog segera meralat atau melakukan klarifikasi jika ada kekeliruan penulisan atau salah ketik, agar tidak terjadi miss interpretasi, salah paham, dll…

    Mohon maaf jika ternyata saya yang keliru.
    Trims…

  6. Ternyata benar dugaan saya, pemilik blog ini hanya mengutip sebagian saja tulisan Hilda. Berikut ini adalah tulisan utuhnya yang saya ambil dari blog Hilda:
    Sumber: http://hildahilda.multiply.com/journal/item/104/Mario-Teguh-tentang-agamanya?&show_interstitial=1&u=%2Fjournal%2Fitem

    Judulnya: MARIO TEGUH TENTANG AGAMANYA

    ==Berikut ucapan pak Mario Teguh (MT) yang saya ketik ulang (sesuai ingatan saya, krn saya nggak mencatat sewaktu ini ) ===

    Banyak orang yang menyangka saya non muslim. Padahal ibu saya Manado yang bapaknya NU,ayah saya Jawa yang bapaknya Muhammadiyah. Jadi saya ini , yaa…memang setengah-setengah! *audience ketawa*

    Kesimpulan, dari lahir saya sudah Islam, dan jujur saja, sewaktu mahasiswa saya tekun mempelajari semua agama. Lho iya …soalnya saya sempat “class” sama seorang ustad waktu remaja. Bagaimana ceritanya? Begini, saya kan waktu remaja itu bandel, ya bandel seperti anak-anak sekarang lah. Suatu hari, dalam sholat Jumat , ada ustad yang mengatakan : “Kalau berbuat hal itu (mungkin maksudnya tidak teratur sholat), semua amalannya tidak mungkin diterima!”

    Saya berdiri lho waktu itu, saya protes ke ustadnya, ya kalau gitu apa gunanya lagi saya hidup!

    Namanya masih darah muda….saya keluar dari mesjid. Saya putuskan untuk belajar agama-agama lain. Dalam pencarian agama itu, baru ketahuan sama saya, bahwa Islam ini agama yang paling terakhir, yang lengkap, dan ada kitab sucinya dari Tuhan lagi. Jadi hanya penyampaian ustad itu saja yang tidak tepat, sebenarnya, Islam itu indah.

    Nah …soal saya menyebutkan “Tuhan”…Banyak juga orang muslim di Indonesia yang protes, kenapa saya pakai Tuhan, bukan Allah. Saya tanya balik sama dia : Allah itu nama apa? Dia jawab : namanya Tuhan. Lha, jadi boleh toh saya pakai yang lebih universal…?? Boleh kan pakai Tuhan??

    Yang lain lagi protes kenapa saya tidak menyapa di awal dengan “assalamu’alaikum”,tapi “selamat malam”. Saya tanya lagi…..kita hidup di mana? Dia jawab Indonesia. Lah jadi saya bener kan pakai bahasa yang nasional. Setelah mengucapkan Selamat malam, saya juga susul dengan “assalamu’alaikum” , seperti tadi.

    Begini Bapak2…Ibu2….yang mau saya sampaikan adalah, jangan kita perlihatkan aura kebengisan dari agama. Sadarlah, Islam itu indah dan nyaman.

    *dengan nada penuh tekanan MT berkata * :

    Jangan menakut-nakuti orang dengan agama, tapi tampilkanlah pribadi indah dari Islam!

    *audience tepuk tangan*

    Saya rasa, kalau kita tampil charming, baik, selalu senyum dan tidak menakut-nakuti, itu baru agama Islam!

  7. “jangan kita perlihatan aura kebengisan dari agama.sadarlah ,islam itu indah dan nyaman”

    saya tertarik dari kesimpulan Mario Teguh diatas,
    PENDAPA saya,kalimat diatas ditujukan kepada ormas2 garis keras,ingatlah…negara kita negara demokrasi,
    “BHINEKA TUNGGA EKA”

  8. agama itu gak penting ,yang penting juruslamat,yaitu Yesus Kristus ,Dia tidak memandang agama tetapi hati orang percaya akan diselamatkan!! camkan itu

    1. mudah2an kamu termasuk orang yg di selamat kan, ya tentunya dengan semua ibadah, dan kebaikan2mu, jangan jdi orang g waras,berharap di selamat kan.?

    2. Tidak ada sejarah nya Manusia melantik manusia Menjadi Tuhan
      Bukan Yg anda sebutkan itu yg bisa menyelamatkan anda
      Ingat itu

Leave a Reply