Invent

Hasil Quick Count Memenangkan Jokowi Ahok


Jokowi Ahok dan Foke – Nara Maju ke Putaran 2

Hasil Quick Count yang dilansir beberapa lembaga memenangkan pasangan Jokowi- Ahok diatas pasangan Foke-Nara.

Beragam versi quick count bisa dilihat di media televisi, atau di media online. Di media online misalnya, ada halaman khusus dari Kompas.com yang menunjukkan pasangan bernomor urut 3, Jokowi-Ahok, mendapat 42,59% suara, dan Foke-Nara di nomor urut 1 mendapat 34,32% suara.

Tidak jauh berbeda, hasil hitung cepat dari Lembaga Survei Indonesia (LSI) yang dipublikasikan melalui situs mereka, juga menempatkan pasangan Jokowi-Ahok di urutan pertama, dengan perkiraan suara yang diperoleh mencapai 42,74%. Pasangan Foke-Nara mendapat perkiraan jumlah suara sebanyak 33,57%.

Sementara itu, dari kedua versi yang dijadikan contoh, empat pasangan kandidat yang lain tidak berhasil memperoleh suara lebih dari 15% suara. Dengan hasil ini, kemungkinan besar akan diadakan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur putaran kedua, yang diikuti oleh pasangan calon yang memperoleh suara terbanyak pertama dan kedua pada putaran pertama.

Menurut aturan di UU No 29 Tahun 2007 tentang Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebagai Ibukota Negara Kesatuan Republik Indonesia, pasal 11 Ayat (1), pemenang pilkada langsung dengan satu putaran hanya jika pasangan tersebut memenangkan lebih dari 50% suara.

Perhitungan suara pilkada DKI Jakarta 2012-2017 yang resmi dari Komisi Pemilihan Umum DKI Jakarta, baru akan dirilis pada tanggal 20 Juli yang akan datang. KPU akan merekap dulu hasil Pemilihan Gubernur DKI Jakarta pada 19 Juli. Hasil perhitungan sementara dari berbagai versi penyelenggara quick count ini hanyalah prediksi, dan tidak bisa menjadi rujukan resmi.

 

Sementara itu, INES, sebuah lembaga hitung cepat yang lain, juga menghitung hasil Pilkada ini dengan cara berbeda. Dijelaskan, pemilihan TPS dilakukan dengan metode multistage random sampling. Hitung cepat dilakukan di 182 Kelurahan yang terdistribusi secara proporsional.

Dalam hitung cepat yang dilakukan, diungkap hanya 63,7 persen saja pemilih yang memberikan suaranya di TPS TPS. Ditemukan pula, hampir di 80,9 persen TPS, rata rata 20 hingga 56 warga DKI Jakarta tidak mendapat kartu undangan untuk memberikan suaranya di TPS.

"Hal ini terjadi di TPS TPS yang dimenangkan oleh pasangan Jokowi -Basuki," ungkap Sutisna, dari INES dalam rilisnya.

Dijelaskan, dari 10408 TPS pasangan Jokowi Ahok menang di 8506 TPS dan Pasangan Foke – Nara di 1840 TPS dan Pasangan Hidayat -Didik menang 62 TPS

Butuh Pemimpin Baru

Menurut beberapa analisa, sebenarnya apa yang ditawarkan oleh Jokowi-Ahok tidak ada yang luar biasa sehingga bisa menggaet begitu banyak pemilih. Namun rakyat berpendapat bahwa sudah saatnya Jakarta butuh pemimpin baru, yang mana sosok Jokowi-Ahok yang digambarkan oleh media sebagai orang yang santun dan dekat dengan rakyat, mampu mewakili sosok idaman tersebut.

Hasil Quick count ini, walaupun belum final, telah mendapat tanggapan beragam dari para calon gubernur. Faisal Basri langsung memberikan ucapan selamat kepada Jokowi. Begitu juga dengan Herdardji Supanji. Sementara itu Alex Noerdin ingin segera tidur untuk melupakan kekalahannya.

Jokowi sendiri, begitu dinyatakan sebagai pemenang dalam quick count, langsung bergerak cepat mendatangi kantor pemenangan Hidayat Nur Wakhid. Ia menolah hal ini disebut sebagai konsolidasi, namun menyebutnya sebagai silaturahmi dan mempererat persaudaraan. Tidak lupa Jokowi menitipkan salam kepada pasangan Foke-Nara, yang dijawab dengan Wassalamu’alaikum.

Pasangan Jokowi-Ahok yang diusung oleh PDIP dan Partai Gerindra memang mempunyai basis massa yang kuat. Selain itu keberhasilan Jokowi dalam memimpin kota Solo, tentunya diharapkan dapat diterapkan di Jakarta yang multi kultur. Bahkan, dengan adanya sosok Jokowi yang maju sebagai calon gubernur, Iwa K, rapper kenamaan Indonesia, mengakhiri puasa golputnya selama 20 tahun dan turun gunung untuk membantu kemenangan Jokowi.

Kekalahan Foke-Nara yang dalam iklan televisinya gencar memberikan wacana pemilihan satu putaran, tentunya tidak diharapkan oleh pasangan ini, apalagi oleh partai pengusungnya, yaitu Partai Demokrat. Ini merupakan tamparan keras, dan patut menjadi bahan evaluasi. Nara mengatakan bahwa mereka sudah menyiapkan jurus jitu untuk menghadapi putaran kedua. Sementara itu Si Poltak yang diminta pendapatnya tentang kekalahan Foke-Nara, menanggapi dengan dingin dan mengatakan bahwa pemenang selalu datang belakangan.

Archives

Kategori

Who's Online

21 visitors online now
13 guests, 8 bots, 0 members
Map of Visitors

Masukkan email anda untuk mendapatkan update website ini secara otomatis di email anda. Bergabunglah bersama 1862 Subscriber yang lain

Visit also our social profiles:

Scroll to top