Benar, Zhuang Chi yang masih sangat muda, tidak bisa menolak tipu daya Seng Kun. Ia pun menaruh racun di teh yang diminum ketua Shaolin. Ketika racun sudah diminum, Seng Kun datang dan secara terang-terangan mengatakan ingin menjadi ketua Shaolin. Ia juga memberi penawar racun untuk Zuang chi. Akhirnya Ketua Shaolin sadar, bahwa akibat rasa kasihannya, serta tidak percaya akan informasi dari Bu Ki bahwa kematian Seng Kun di Puncak Guang Ming adalah palsu, serta informasi dari Du Er bahwa Seng Kun adalah pengkhianat, ia sekarang terjebak kepada tipu daya Seng Kun. Abbot mengatakan bahwa yang ia dengar, seng kun ingin menguasai sekte ming, namun gagal, kemudian mencoba menguasai sekte pengemis, adan akhirnya gagal juga, maka ia ingin menjadi ketua shaolin. Seng Kun mengatakan, tujuannya tidak serendah itu, Shaolin bukan apa-apa.
Seng Kun kemudian memanggil Yao Liang untuk meneruskan ke rencana berikutnya. Dan Yaoliang tahu apa yang harus dilakukan.
Pada hari pertemuan para pendekar, sekte-sekte silat sudah pada hadir. diantaranya paman –paman dari Bu Tong, Pendekar Song (ayah song Qin Su), dan pendekar Yin. Karena pertemuan masih siang hari nanti, para tamu dari butong dipersilahkan istirahat di villa tamu Tiba-tiba Chen Yaoliang datang dan turut menyambut. Para pendekar yang marah ingin bertarung, namun karena mereka menyadari ini ada di wilayah shaolin dan sebagai tamu, maka mereka mengurungkan niatnya. Chen Yaoliang mengancam ketua shaolin untuk penyambutan, bahwa shaolin sudah berada didalam kontrolnya, karenanya ketua penyambutan harus hati-hati dan mengikuti perintahnya.
Menuju villa tamu, paman-paman (kesatu dan ke enam) bertemu dengan Bu Ki, yang memberi salam hormat. Merekapun menumpahkan kerinduannya, dengan menanyakan kabar kakek, Bu Hui dan teman-teman bu tong yang lain. Bu Hui sedang mengandung, karenanya tidak ikut pertemuan ini.
Tidak lama kemudian, terdengar lonceng tanda pertemuan pendekar segera dimulai. Para pendekar berkumpul di lapangan. Tampak hadir, sekte pengemis, dari Butong, sekte Ming, E Mei (go bi). Pendekar song yang melihat anaknya bersama Ci Jiak, marah bukan main, namun tidak bisa berbuat apa-apa.
Pendeta ketua penyambutan kemudian menyambut semua yang hadir, dan mengumumkan bahwa ketua sekte tiba-tiba jatuh sakit, sehingga tidak bisa menyambutnya dengan baik. Min Min langsung merasa aneh, karena mereka baru saja bertemu ketua. dan kelihatannya baik-baik saja. Pasti ada yang tak beres (bener2 cerdas ni cewek)..
Kemudian ketua penyambutan mengatakan maksud pertemuan ini, yaitu ingin berdiskusi tentang apa yang harus dilakukan terhadap Cia sun yang telah ditangkap Shaolin. Cia Sun telah membunuh banyak orang dari banyak sekte. Dosanya sudah tidak terampunkan.
Para sekte mengutarakan pendapatnya, Salah satunya bahwa Cia Sun harus dibunuh didepan banyak orang, karena telah membunuh banyak orang juga. Kemudian persoalan merembet ke Golok Naga. Mereka minta Shaolin menunjukkan golok naga, karena kalau telah menangkap Cia Sun, berarti juga telah memiliki golok naga. Suasana semakin panas.
Karenanya ketua penyambutan mengatakan, bahwa seluruh persoalan bisa diselesaikan hari ini juga, dengan mengadu ilmu. Siapa yang menang, dialah yang berhak menentukan nasib Cia Sun serta mendapatkan golok naga dari Cia Sun. Min min yang paling cerdas segera mencium tipu muslihat ini, yaitu, mengadu domba dunia persilatan, sehingga seng kun dapat mengambil keuntungan.
Maka Song Qing Su maju ke tengah arena, menantang siapa yang hadir. Xia Ching yang pertama mencoba ilmu Song, dalam sekali gebrak langsung dihajar habis-habisan, dan tanpa ampun lagu pendekar song menghabisi ajalnya. Wu Daqi dari sekte pengemis pun mencobai Song Qing Shu. Sama dengan penantang sebelumnya, dalam sekali gebrak Wu Daqi langsung diserang dengan telapak 18 Naganya, tewaslah Wu Daqi.
Maka, kakek Bu Ki pun Maju, tapi dihalang-halangi oleh pendekar Song. Ia maju dulu menghadapi anaknya. Song Qing Shu ragu ragu melawan ayahnya, namun mendapat bentakan jahat dari Ci Jiak (ci jiak emang jahat, kita lihat nanti seberapa jahat ci jiak ini). Pertempuran berlangsung sengit dan seimbang. Ketika Song Qing Shu terdesak, Ci Jiak muncul, menghadapi pendekar song. Ci Jiak mengeluarkan jurus cakar mautnya, yang menyebabkan pendekar Song terdesak hebat. Ketika gerakan terakhir Ci Jiak ingin menghabisi pendekar song, anaknya melompat menghalangi ayahnya, sehingga song qing shu terkena cakaran ci jiak dan sekarat. Namun pendekar song di akhir hayatnya masih bisa tersenyum dan mengharap pengampunan dari ayahnya dan berpesan agar tidak membenci Ci Jiak.. Benar-benar perpisahan yang sedih……………………
Pendekar song pun membawa anaknya pulang ke Bu tong dengan kesedihan yang mendalam.
Ci Jiak memandang dengan tatapan dingin peristiwa itu. Akhirnya, bu ki pun tak tahan lagi. Ia maju menghadapi ci jiak. Ci jiak tambah marah, teringat akan peristiwa pernikahannya yang gagal.
Sementara itu, Chen Yaoliang melapor kepada seng kun bahwa pertempuran sudah akan berakhir, tinggal Ci Jiak dan Buki. Seng Kun menanyakan, kenapa cepat Sekali, apakah sekte lain tidak ikut bertarung. Chen menjawab, mereka takut akan cakar iblisnya ci jiak, sehingga tidak berani maju ke gelanggang. Tentu ini tidak diharapkan oleh seng kun, namun ia masih bisa berkata bahwa semuanya masih sesuai rencana.
Bagaimana Kisah Pertarungan Ci Jiak Dan Bu Ki?
Bersambung ke Part 3

By FUAD, 10 May 2012 at 8:51 pm
*Mana nih sinopsis to liong to episode 38 part 3?