Bu Ki dapat menyusup sebagai pegawai dapur Shaolin karena kebetulan shaolin sedang kekurangan tenaga di dapur. Pada saat penerimaan itu, muncul juga Chen Yaoliang yang datang melapor, namun untung saja penyamaran Bu Ki tidak terbongkar.
Ternyata Chen Yaoliang datang bersama gurunya Tu Zhen (yang sebenarnya adalah Seng Kun). Ia melaporkan kemungkinan adanya penyusup dari partai Ming atau sekte yang mencuri Golok Naga untuk membebaskan Cia Sun. Namun, guru shaolin meyakinkan bahwa Cia Sun akan tetap aman, karena dijaga oleh 3 orang pendeta sakti Tu er, Du Jie dan Tu Nan.
Tempat Cia Sun disekap bernama Yue Lei Chi. Ia disekap di sebuah lubang di bawah tanah, dan pintu satu-satunya menuju lubang tersebut dijaga oleh 3 orang pendeta yang mempunyai kungfu aneh. Mereka mampu membuat satu gerakan yang sinkron, sehingga siapapun yang menyerang salah satu pendeta tersebut, harus menghadapi 3 pendeta itu secara bersamaan.
Sementara itu, MIn Min yang ditinggal dirumah, menunggu dengan harap-harap cemas. Begitu pemilik rumah datang, ia bergegas menanyakan dimana Bu Ki. Pemilik rumah menceritakan bahwa bu ki diminta untuk bantu-bantu memasak di kuil shaolin. Pemilik rumah membolehkan min min untuk menginap beberapa hari lagi.
Sementara itu, selama di kuil shaolin, setiap malam bu ki memulai pencarian tempat Cia Sun disekap secara sembunyi sembunyi. Kebetulan ia memergoki Chen Yaoliang menuju ke suatu tempat. Bu Ki mengikutinya dengan diam-diam. TErnyata beruntung bagi Bu Ki, Chen Yaou Liang mengirim makanan kepada tahanan, dan itu adalah Cia Sun. Makanan dikirimkan dengan dikerek turun. Chen Yaoliang menginterogasi Cia Sun, menanyakan dimana golok naga, namun Cia Sun tidak mau menjawab, malah selalu menanyakan dimana seng kun berada. Tak peduli apa ancaman chen yao liang, Cia sun selalu menjawab “dimana seng kun?”
Setelah lelah menginterogasi Cia Sun, Chen Yaoliang pergi. Saatnya bu ki menampakkan diri, mencoba kehebatan ilmu ketiga pendeta tersebut. Mereka bertarung beberapa jurus, dan bu ki merasa ia tidak mampu menandingi kehebatan ketiga pendeta ini. Ketiganya membuat satu gerakan yang padu. Ketiga pendeta, walaupun mempunyai ilmu sakti, juga tidak bisa menjatuhkan bu ki. Mereka sangat kagum akan kemampuan seorang muda yang mempunyai ilmu silat sangat tinggi tersebut.
Bu Ki pun mengaku ia adalah ketua sekte ming. Ternyata salah satu dari pendeta, pernah dikalahkan oleh pendekar Yang Ding tian , ketua sekte ming sebelumnya, sehingga matanya menjadi buta. Bu Ki meminta dengan baik-baik untuk membebaskan Singa Emas, yang tidak dilepas oleh ketiga pendeta karena singa emas telah membunuh Kong jian, salah satu guru shaolin.
Karena bu ki terus dipersalahkan atas kejadian kejadian yang dilakukan Cia Sun maupun Yang ding tian sebelumnya, tiada pilihan lain, untuk membebaskan Cia Sun, bu ki harus bertarung melawan ketiga pendeta itu. Pendeta yang juga tidak yakin mampu menaklukkan bu ki, mengatakan, mereka memang satu kesatuan, maju dan mundur dalam pertarungan secara bersama-sama, tidak peduli musuh yang dihadapi satu atau seratus sekalipun. Bu Ki mengatakan bahwa Tu Zhen sebenarnya adalah Seng Kun alias tangan geledek, gurunya Cia Sun. Maka Bu Ki pun menceritakan bagaimana Sengkun mencintai istri Yang Ding Tian, yang menyebabkan Yang Ding Tian Mati, istrinya pun memilih mati bersama suaminya. Sengkun ingin merusak sekte ming.
Bagaimanapun bu ki meyakinkan ketiga pendeta, mereka sama sekali tidak percaya. Tiba tiba bu ki melihat tapak kaki tanpa bayangan yang berjalan menjauh. Itu adalah sengkun. bu ki segera mengejar, namun sengkun sudah sangat jauh.
Akhirnya pendeta lunak hati karena mereka tahu, yang tadi adalah gerakan Tu Zhen yang buki bilang Seng Kun. Namun mereka tidak bisa melepaskan Cia Sun, karena mereka hanya menerima perintah dari ketua Shaolin. Solusinya, pendeta berbaik hati memberi bu Ki kesempatan untuk menengok ayah angkatnya didalam penjara lubang bawah tanah.
bersambung ke part 3

By sekkarum, 10 May 2012 at 1:42 pm
* mank kalau putri tio itu yang palink cuakepp…