Seneng juga. Saya yang sejak suka bola (mungkin mulai 2001 ya), telah memilih Chelsea sebagai klub favorit, hari ini telah melengkapi kebahagiaan saya dengan memenangi liga Champion. Kalau klub favorit menang, rasanya hidup juga menjadi lebih bersemangat, sebaliknya kalau klub favorit kalah, seharian bisa gak nyaman. Padahal, chelsea gak kenal sama saya lho…
Memang sejak pertama kali, Chelsea sudah dianggap underdog. Ketika berhasil mengalahkan Barcelona pada leg pertama, teman saya bilang, itu hanya keberuntungan. Kemudian ketika membuat imbang Barcelona pada leg kedua, teman saya bilang, tetapi secara keseluruhan, seharusnya Barcelona menang. Lihat sendiri mainnya.
Ah cuek. saya memang jarang nonton bola, males malam-malam begadang. Selain itu, rasanya tidak telaten harus menunggu selama 90 menit, kadang-kadang melihat gol, dan kadang-kadang gol yang ditunggu-tunggu malah tidak muncul. Atau yang lebih menyakitkan lagi, kadang klub favorit malah kalah. Huh…
Tetapi malam tadi sungguh malam yang istimewa. Saya bangun jam 2. Rencananya memang gak mau melihat sendiri. Selain kuatir siangnya ngantuk, saya juga tidak bisa lepas dari tekanan pengharapan besar Chelsea bisa juara. Saya memang gak bisa deg-degan sepanjang laga, apalagi terus terang, mainnya Chelsea itu tidak terlalu meyakinkan seperti Manchester United misalnya… Jadi saya memutuskan untuk melihat hasil akhir saja.
Bicara mengenai setan merah, itu klub yang merupakan saingan berat. Harus diakui, bahwa melihat United main, rasanya ada garansi keamanan bahwa timnya akan menang. Tetapi entah mengapa, saya tidak terlalu suka, bahkan cenderung menempatkan manchester united sebagai daftar klub yang “tidak perlu didukung”. Bahkan sepertinya sampai ada slogan “kalau bukan chelsea, asal bukan setan merah”. Aneh khan, padahal tidak ada dendam diantara kita berdua….
Ya, namanya kesukaan memang gak bisa dipaksa paksa, walau kadang tanpa alasan sekalipun. Sehingga ketika pagi saya bangun jam 4.30, eh ternyata masih main. Tendangan penalti. Pertama si Juan Mata gagal. Saya sudah menyiapkan mental untuk kalah. 3 Penendang Bayern sukses, posisi 3-2. Wah ternyata ada keajaiban, Tendangan Ivica Olic dapat diblok Cech. Dan tendangan Bastian Schweitenger mengenai mistar gawang. Yup, Juara…………………..
Larut dalam kegembiraan, akhirnya saya tulis momen ini dalam blog saya. Ini adalah ungkapan kegembiraan yang saya rasakan….
