Kong soen Tit berhasil menyakinkan Liong Lie agar menikah denganya. Liong Lie yang sudah memutuskan akan melupakan Yoko selamanya, setuju. Melihat itu Kong Soen Tit menjadi sangat gembira. Kong soen tit memutuskan akan menikah 3 hari berikutnya. Tiba-tiba lembah Putus Cinta kedatangan seorang perusuh. Dia mengacak-acak tempat-tempat penting, seperti ruang senjata, ruang perpustakaan bahkan kamar Nona Lung. Perusuh itu bahkan mencuri jamur pusaka Lingzhi dan mengencingi kamar obat serta mencuri botol yang berisi obat penawar racun bunga cinta. Perusuh itu bukan lain adalah Bocah Tua Nakal , Ciu Pek Tong.
Di kemah Mongolia, Hakim Roda Mas mempertemukan Yoko dengan Kublai khan. Pada kesempatan itu, Kublai Khan memperkenalkan 4 jagoan baru yang akan membantu mongol mengalahkan para pendekar dataran tengan. Mereka adalah : Nimoxing dari India, Ma Guangzuo, Xiaoxiang Zi dan Yi Kexi. Mereka menantang posisi Hakim Roda Mas sebagai penasihat tertinggi. Hakim Roda Mas berkata siapa yang bisa merebut potongan daging dari sumpitnya, dia bisa merebut posisinya. Perkelahian sumpit berlangsung, semua mencoba namun tak ada yang berhasil. Hakim Roda mas lebih unggul dari semuanya. Melihat itu Yoko hanya tersenyum saja. Tidak tertarik untuk turut serta.
Tiba-tiba datang Ciu Pek Tong mengagetkan semua, dengan gampangnya merebut potongan daging tersebut. Katanya ia diundang saudara angkatnya Kwee Ceng ke Pertemuan Pendekar tapi terlambat, karenanya ia mencari Kwee Ceng yang dikira masih tinggal di Mongol. Para jagoan penasaran pada Ciu Pek Tong dan berlomba mencoba ilmunya. Saat Ciu Pek Tong pergi, sebuah lonceng terjatuh dari badan Ciu Pek Tong, yang dikenali Yo Ko sebagai lonceng di selendang Bibi Lung. Yo Ko mengejarnya, sementara Hakim Roda Mas dan jagoan lainnya mengikuti. Mereka ingin tahu keberadaan Kwee Ceng, karena Kublai Khan memerintahkan mereka untuk membawa Kwee Ceng ke kemah untuk diajak bekerjasama dengan Mongol, bila tak setuju akan dibunuh.
Ciu Pek Tong masuk ke wilayah Lembah Putus Cinta, tak terduga ia berhasil ditangkap dengan formasi jaring ikan! Yo Ko mengejar mengikuti aliran sungai diikuti jagoan Mongol. Mereka berlomba unjuk kehebatan ilmu meringankan tubuh. Lembah Putus Cinta sangat indah dan unik, mereka sampai di hutan dimana terlihat para pelayan Lembah sedang panen memetik bunga, suatu pemandangan seperti di negeri dongeng. Putri pemilik Lembah Putus Cinta, Nona Kong soen, menanyakan maksud mereka mengejar Ciu Pek Tong. Berbeda dengan para jagoan Mongol yang bersikap meremehkan, Yo Ko berusaha sesopan mungkin agar tujuannya mencari Bibi Lung tercapai. Ini mengundang simpati Nona Kongsun.
Mendapat laporan perkembangan di Lembah-nya, Kong soen Tit berkata ia tidak mau membunuh Ciu Pek Tong, pantang menumpahkan darah karena besok akan menikah. Setelah menikah baru ia akan memusnahkan ilmu Ciu Pek Tong. Ia juga tak mau membuat keributan dengan rombongan Mongol dan menyuruh bawahannya mempelakukan mereka sebagai tamu resepsi pernikahan.
Jagoan Mongol mengeluh karena hanya disuguhi bunga untuk makan, serta misteriusnya pemilik Lembah yang belum menampakkan diri. Tapi mereka tak berani macam-macam karena jika Ciu Pek Tong berhasil ditangkap, tentu ilmu kungfu Lembah ini sangat tinggi. Mereka menginap semalam di sana.
Pagi hari, Yo Ko bangun duluan dan mengobrol dengan Nona Kongsun di taman. Si Nona memperkenalkan bunga yang bisa dimakan, tiba-tiba tangan Yo Ko sakit tertusuk duri bunga. Si Nona setelah tertusuk duri, akan hanya sakit bila seseorang sedang memikirkan kekasihnya. Selama 24 jam tak boleh memikirkan cinta, kalau tak mau sakit. Yo Ko memuji kecantikan si Nona, kata-kata indahnya membuat si Nona malu dan senang. Saat si Nona tak mau memberitahu namanya, Yo Ko kembali merayu, tiba-tiba Yo Ko merasa sakit lagi, tanda ia ingat seseorang yang dicintainya. Si Nona marah karena Yo Ko ingat orang lain saat mengobrol dengannya. Yo Ko malah berkata ia sakit karena memikirkannya. Sesudah itu Yo Ko menyesal sendiri; sudah jelas ia sakit karena memikirkan Bibi Lung, kenapa masih merayu wanita lain? Ia malu dan menampar mulutnya yang sering keceplosan merayu walau di hatinya hanya ada Bibi Lung. Si Nona akhirnya memberitahu namanya adalah Kong soen Li dan biasa di panggil Lek Gok. Ia meminta Yo Ko berjanji jangan senyum padanya di depan ayahnya, juga jangan tunjukkan ia tahu namanya. Ayahnya sangat galak sejak kematian ibunya, kini ia akan menikah lagi. Semua dilakukan demi istri baru, termasuk menangkap Ciu Pek Tong yang baru saja berhasil kabur lagi. Kata Yo Ko, calon istri ayahmu pasti tak secantik kamu, yang dijawab Lek Gok; salah besar, calon istri ayahku memiliki kecantikan sejati. Yo Ko merasa senasib karena walau punya ayah, Lek Gok sama mengenaskan sepertinya yang yatim piatu. Lek Gok meninggalkannya, risih bila keakraban mereka dilihat murid lain.
Yo Ko berusaha menikmati jamuan makan yang hanya terdiri dari kelopak bunga, rumput dan teh, tapi Ma Guangzuo tak sabaran, menganggap tuan rumah tak sopan karena tak menyuguhkan arak dan daging. Seseorang berjenggot panjang melebihi tinggi badannya masuk menyambut tamu, mereka mengira ialah sang Ketua Lembah. Ternyata ia Fan Yi Weng, murid tertua Lembah Putus Cinta. Tak lama kemudian Kongsun Tit dan putrinya masuk ke ruangan. Dari auranya, mereka merasakan bahwa kungfu Ketua Lembah Putus Cinta ini termasuk tinggi.. bersambung Sinopsis return of the Condor heroes episode 17.
