24 Prinsip Miliarder yang mencerahkan (Prinsip 1)
Tulisan ini merupakan hasil karya Tung Desem Waringin yang saya dapatkan secara gratis dari internet (lupa download dari mana). Karena menurut saya, tulisan ini mampu menjawab permasalahan yang ditanyakan di dalam posting pertanyaan-ini-perlu-jawaban, dimana aslinya pertanyaan itu berada di halaman tanya jawab, maka saya nukilkan semua tulisan di buku tersebut, yang akan terbagi dalam 24 posting.
Oh, ya, kalau yang empunya tulisan ini ingin agar posting dibuang, silahkan kontak saya di hari.saryono[et]gmail.com
Ada 24 Prinsip Untuk menjadi Miliader yang mencerahkan.
Prinsip 1 : Membuat Nilai Tambah.
Prinsip 2 : Faktor Kali.
Prinsip 3 : Peluang Ada Di Mana-Mana.
Prinsip 4 : Be, Do, Have.
Prinsip 5 : Belajar Bukan Menyalahkan (Blame Excuses Justify).
Prinsip 6 : “Alam Semesta Itu Berlimpah, Tidak Ada Kekurangan, Kecuali Di Dalam Pikiran Kita Sendiri.
Prinsip 7 : Mereka Yang Memberi, Pasti Menerima.
Prinsip 8 : Win – Win.
Prinsip 9 : Selalu Open Mind Atau Terbuka.
Prinsip 10 : Kata-Kata Berkuasa.
Prinsip 11 : Anda Adalah Kekayaan Anda.
Prinsip 12 : Kekayaan Adalah Kebebasan.
Prinsip 13 : Segala Sesuatu Dimulai Dari Impian (Dreams).
Prinsip 14 : Kejelasan Adalah Kekuasaan, Kejelasan Adalah Kekuatan.
Prinsip 15 : Pilih Yang Menghasilkan Baru Pilih Yang Anda Sukai, Baru Pilih Yang Mudah.
Prinsip 16 : Imajinasi Lebih Unggul Dari Kemauan.
Prinsip 17 : Pertanyaan Yang Benar Menghasilkan Jawaban Yang Benar.
Prinsip 18 : Apapun Yang Terjadi Tidak Ada Artinya Sampai Kita Sendiri Yang Memberi Arti.
Prinsip 19 : Harmonis Antara Keinginan, Keyakinan, Dan Cara Kerja.
Prinsip 20 : Toughts Become Things.
Prinsip 21 : Ketuklah Maka Pintu Akan Dibukakan.
Prinsip 22 : Berbagi Artinya Memiliki Lebih.
Prinsip 23 : Tidak Nyaman Berarti Kita Sedang Tumbuh.
Prinsip 24 : Milyarder Yang Mencerahkan Mempunyai Prinsip Bahwa Dia Harus Terus Belajar Dan Berkontribusi Untuk Bangsa Dan Negara Dan Untuk Alam Semesta.
Prinsip 1: Orang Kaya Yang Mencerahkan Selalu Membuat Nilai Tambah.
Apa maksudnya Nilai Tambah? Maksudnya begini:
ketika anda hidup, hidup adalah nilai tambah. ketika semua orang hidup, hidup adalah nilai standard. Demikian juga ketika kita jujur, jujur adalah nilai tambah. Tetapi ketika semua orang jujur, jujur adalah nilai standard. Dalam hidup kita harus mempunyai nilai tambah dibanding orang lain. Kita harus membuat nilai tambah dari sesuatu hal yang tidak ada menjadi ada.
Apapun di dalam hidup ini, kita harus membuat nilai tambah. Dan ketika ada nilai tambah, kita akan jadi kaya. Seperti definisi uang itu sendiri, uang adalah alat tukar nilai tambah. Ketika kita mau dapatkan uang yang banyak, kita harus selalu tanya: “Apa Nilai Tambah Kita?”. Ketika kita berhasil membuat nilai tambah yang lebih banyak dari orang lain, maka uang akan mengejar kita.
Tambahan blogger: Maksudnya, anda harus mempunyai sesuatu yang unik, boleh berupa keahlian, penampilan, sikap dan lain-lain. Contoh yang berhasil adalah Kuburan dengan penampilannya yang unik berhasil menggaet penonton, Mbah Surip, saya suka ketawanya yang terdengar jujur, walaupun lagu-lagunya tidak bermakna. Michael Jackson, dengan moonwalknya. Semuanya mempunyai keunikan sendiri. Karena itu, galilah keunikan anda, dan kemudian tunjukkan kepada orang lain bahwa anda unik
Link yang lain
- Tentang Mario Teguh yang ternyata……. Pasti sudah banyak yang tahu nama MARIO TEGUH. Itu adalah...
- Kebanyakan account rapidshare yang dipublish nggak jalan Saya memang menyukai download dari rapidshare, karena biasanya di rapidshare...
- Kita tidak terbiasa untuk menghargai karya orang lain Membaca judul diatas, anda mungkin akan bertanya tanya, darimana saudara...
- Yang lagi rame, PONARI SWEAT Saat ini memang berita tentang Ponari, si Bocah Petir dari...
- Software Apa yang seharusnya ada di Warnet Agar pengunjung Warnet merasa nyaman dengan layanan Warnet anda, berikut...
- Yang unik dalam kampanye 2009 Sistem penetapan anggota legislatif dengan menggunakan suara terbanyak menyebabkan...
- Ini Loh Surat Pembaca yang ditulis Prita Mulyasari Mau tahu seperti apa surat pembaca yang ditulis Prita Mulyasari,...
