Penangkapan Antasari dan Pengaruhnya terhadap Pemberantasan Korupsi

Post ini ditulis dalam kategori [ Umum ]

Wow, judulnya seru juga. Soalnya saya lagi bersedih, karena bagaimanapun juga, Antasari merupakan salah satu favorit saya. Kali ini saya ingin berpendapat tentang  Dampak penangkapan Antasari terhadap Pemberantasan korupsi.

Berita yang mengejutkan sekaligus menyedihkan saya (mungkin anda juga) adalah yang ini:

Pelaku pembunuhan Nasruddin Zulkarnaen, Direktur PT. Putra Rajawali Banjaran akhirnya dibekuk.  Disamping 9 orang yang berperan sebagai eksekutor, disamping itu Polisi juga telah menangkap  Komisaris Utama Harian Merdeka, Sigid Haryo Wibisono dan Antasari Azhar, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sekaligus mengeluarkan surat pencekalan ke luar negeri bagi Antasari Azhar. Bersamaan dengan penangkapan itu, beberapa barang bukti juga ikut disita antara lain senjata api yang digunakan pelaku untuk menembak korban, dua kendaraan yaitu mobil dan motor. Menurut Kepala Polri Jendral (Pol) Bambang Hendarso Danuri, pelaku pembunuh Nasruddin menggunakan senjata organik ilegal.

Sebagai kilas balik, Nasruddin tewas ditembak oleh dua pria yang mengendarai sepeda motor seusai bermain golf di Gold Modernland sekitar pukul 14.00, Sabtu 14 Maret 2009 yang lalu. Dugaan semula mengarah kepada istri kedua Nasruddin yang dicurigai sebagai otak dari pembunuhan ini dikarenakan motif cemburu karena mencium adanya perkawinan siri antara Nasruddin dengan seorang perempuan yang kebetulan bekerja di Modernland Golf, tempat Nasruddin sering bermain golf.

Satu setengah sebulan setelah kejadian, dugaan itupun akhirnya terhapus dengan tertangkapnya para pelaku yang ternyata didalangi oleh 2 orang penting. Kuat dugaan, pelaku utama dari pembunuhan ini adalah orang yang telah mengirim SMS kepada Nasruddin, beberapa hari sebelum tewas. Hal ini juga dibenarkan oleh pengacara keluarga Nasruddin yang dengan tegas mengatakan bahwa tidak ada yang lain, pengirim SMS itulah otak dari pembunuhan ini.

Setelah penangkapan terhadap para pelaku, tersiar kabar bahwa Antasari Azhar-lah yang telah mengirimkan SMS ancaman itu sehingga membuat ketua pemberantas korupsi ini harus berurusan dengan hukum. Sampai detik ini Antasari Azhar tetap membantah keterlibatannya. Menurut pria berkumis yang selalu tampil tenang ini, dia memang mengenal Nasruddin karena almarhum dulunya sering memberikan informasi kepada KPK seputar hal-hal yang berbau korupsi. Korban juga saksi kasus dugaan korupsi di PT. Rajawali Nusantara Indonesia dan menurutnya justru KPK selama ini melindungi korban.  Ketika ditanya mengenai dugaan SMS ancaman yang dikirim kepada almarhum beberapa hari sebelum tewas adalah berasal darinya, Antasari lagi-lagi membantah keras hal itu. Isi SMS yang dikirim ke handphone Nokia E90 Communicator milik almarhum Nasruddin antara lain berbunyi seperti ini, “Permasalahan antara kita selesaikan dengan baik. Tolong jangan di blow-up, kalau di blow-up akan tau akibatnya sendiri”. Akibat keterlibatannya dalam kasus pembunuhan Nasruddin ini, Antasari Azhar di non-aktifkan dari KPK.

Ada beberapa teori utama yang berkembang atas kasus ini :

  1. Kasus ini sebagai pengalih perhatian atas kasus yang sedang hangatnya sekarang, yaitu gugatan kepada KPU
  2. Adanya skenario untuk menjatuhkan Antasari akibat sepak terjangnya sebagai ketua KPK
  3. Memang Antasari sebagai otak pembunuhan karena cinta segitiga seperti yang dituduhkan

Untuk teori yang pertama, tentunya kita masih ingat kasus Dukun santet di tahun 1998. Ketika itu kalau tidak salah juga menjelang pemilu. Untuk mengingatkan kembali, silahkan cek mengungkap-konspirasi-pembantaian-banyuwangi

Untuk teori yang kedua inipun masuk akal, karena sebagai ketua KPK, sepak terjang Antasari tentunya membuat gerah banyak pihak. Malangnya, pihak-pihak yang merasa dirugikan ini justru mereka-mereka yang berduit dan mempunyai kekuasaan. Kita tentu masih ingat pula kasus pemilihan gubernur jawa timur yang sampai sekarang belum terdengar kelanjutannya. Cek disini bongkarlah-kasus-pemilihan-gubernur  

Nah, yang terakhir, Nih. Celaka tigabelas. Kalau memang benar bahwa kasusnya seperti yang dituduhkan, semoga saja Antasari siap menanggung resikonya. Anggap saja sebagai sebuah kesalahan dalam hidup, dengan tebusan yang amat mahal.

Namun, terbukti atau tidak, kasus ini tentunya akan berimbas kepada kinerja KPK. Mereka tentunya tidak akan bisa “sebebas” dulu ketika pimpinannya belum terkena kasus. Walaupun tidak diakui, saya yakin, pemberantasan korupsi akan melambat pada masa-masa mendatang, walaupun bukan merupakan titik balik.

Kalaupun ada sebuah skenario besar dibalik tertangkapnya Antasari, rakyat tentu akan bertanya-tanya “seberapa jauhkah hukum berpihak kepada kami?”

Kita semua berharap bahwa kasus ini dapat segera dituntaskan, dan semua pihak yang terlibat akan mendapatkan pengadilan yang seadil-adilnya.

Belum ada posting yang berhubungan.


Istilah Pencarian:

Klik untuk melihat list
Anda dapat berlangganan semua komentar dalam posting ini melalui RSS 2.0 feed. Anda dapat meninggalkan pesan, atau trackback dari situsmu sendiri.

3 komentar pada “Penangkapan Antasari dan Pengaruhnya terhadap Pemberantasan Korupsi”

  • Anshar Aminullah
    5 May, 2009, 0:56

    Settingan para Koruptor dengan sistem operasi Intelejen waktu lama yang kemudian dipercepat. Sterilisasi wilayah kasus ini penting, sehingga kemungkinan pembayaran utang Budi Antasari kepada para pejabat terindikasi korupsi yang telah membantunya pada kasus ini dapat di minimalisir. Wallahu A’lam.

  • 5 May, 2009, 16:24

    Kasihan Antasari, tapi kasus ini kayaknya juga menutupi kekisruhan pemilu ya
    kujungi juga Newbie dari Komunitas Blogger Banyuwangi 57net.co.cc

  • 18 May, 2009, 5:28

    thanks

Tinggalkan komentar disini