Angka Golput Pemilu 2009 Mencapai Lebih dari 40%

Post ini ditulis dalam kategori [ Umum ]

Dari pantauan beberapa Lembaga Survey, ternyata angka golput pemilu tahun ini mencapai 40%.

Terus terang dalam pemilihan kemarin saya Golput karena keadaan, yaitu tidak mendapatkan kartu pemilih. Mungkin karena kesadaran saya untuk menggunakan hak pilih rendah kali ya?. Boro-boro untuk mengklarifikasi ada-tidaknya nama kita di daftar pemilih, bahkan sudah diberikan kartu undangan saja belum tentu mau mencontreng.

Ternyata, banyak juga diantara teman-teman yang sama-sama dari perantauan (mahasiswa) tidak mendapatkan kartu pemilih. Sebenarnya tahun lalu kita mendapatkan undangan, dimana kita hanya bisa memilih DPR dan DPRD Provinsi saja, namun tahun ini tampaknya penyelenggaraannya lebih kacau. Namun, saya mempunyai pandangan lain tentang mengapa orang lebih suka golput daripada menggunakan hak pilihnya.

Golput-ter menurut pengamatan saya lebih banyak dilakukan oleh masyarakat terdidik dibandingkan dengan masyarakat tidak terdidik. Coba perhatikan, kalau di masyarakat kecil, begitu tahu tetangganya dapat surat panggilan dan dia tidak mendapatkannya, maka dia akan pergi ke RT atau RW. Tapi kalau kalangan mahasiswa atau pekerja, dapat atau tidak dapat akan dibiarkan saja.

Sebelumnya, ada 2 klasifikasi golput yang perlu dijelaskan:

Golput karena tidak mendapatkan surat undangan.

Golput model ini bisa jadi diakibatkan karena kesadaran masyarakat yang rendah untuk turut mengambil bagian dalam sejarah perubahan Indonesia.

Golput karena tidak menggunakan hak pilihnya

Golput yang seperti ini mungkin diakibatkan oleh rasa apatis ataupun cuek terhadap perkembangan politik di Indonesia. Atau dalam istilah saya “Siapapun yang jadi Presiden atau DPR, nasib kita akan sama saja”.

Dua jenis golput ini, yang notabene dari kalangan terdidik, sebenarnya dapat diantisipasi sejak awal, kalau saja KPU mau bekerja dengan baik. Sebagaimana gambaran saya di awal, bahwa diberi surat undangan pun belum tentu mau mencoblos, apalagi tidak ada undangannya. Seharusnya KPU di masa yang akan datang lebih meningkatkan kerjasama dengan elemen masyarakat bawah seperti RT dan RW untuk mendata penduduknya, bukan hanya mengandalkan data kependudukan semata.

Oh, ya, sempat kemarin saya melihat DPT yang ditempel di TPS di depan rumah. Sekali pandang, saya menemukan satu Nama yang sama, tempat tanggal lahir dan alamat yang sama di lembar yang sama, tapi NIKnya beda. Masak orang sebegitu banyak gak ada yang tahu? Heran khan?

Partai Demokrat Unggul Sementara

Sementara itu hasil Quick Count sampai pukul 23.00 menunjukkan bahwa Partai Demokrat untuk sementara mengungguli lawan-lawannya begitu jauh, sampai 20%. Hal ini sebenarnya sudah diprediksikan sebelumnya oleh beberapa lembaga survey. Menurut saya, kemenangan ini lebih banyak karena faktor SBY selain karena masyarakat sudah bosan dengan perubahan perubahan yang dijanjikan partai-partai baru. Kalau kita pertimbangkan dengan matang, sebenarnya tidak ada perubahan orang-orang partai, yang ada hanyalah ganti baju atau kendaraan politik. Semuanya pemain lama. Sebut saja PDI dengan Megawatinya, PD dengan SBY, Golkar dengan JK, Hanura dengan Wiranto, Gerindra dengan Prabowo, semuanya orang lama. Mungkin hanya PAN saja yang mempunyai Sutrisno Bachir yang notabene belum terkenal pada masa sebelumnya.

Berikut ini hasil Quick Count Pemilu 2009 sampai pukul 23.00

Quick Count dari Election Center Metro TV

  1. Partai Demokrat 20,40%
  2. PDIP 14,50%
  3. Golkar 14,00%
  4. PKS 7,8%
  5. PAN 5,7%
  6. PPP 5,3%
  7. PKB 5,1%
  8. Gerindra 4,6%
  9. Hanura 3,8%.

Quick count dari Lembaga Survei Nasional  adalah sebagai berikut :

  1. Partai Demokrat 20,22%
  2. Golkar 14,79%
  3. PDIP 13,98%
  4. PKS 7,37%
  5. Gerindra 6,51%
  6. PPP 5,33%
  7. PAN 4,97%
  8. PKB 4,62%
  9. Hanura 3,43%

KEMUNGKINAN KOALISI PRESIDEN MENDATANG

Melihat hasil pemilu kali ini, bisa jadi Golkarlah yang akan menjadi kartu AS dari koalisi yang akan dibentuk. Apakah Golkar akan mengusung presidennya sendiri, yaitu JK?. Saya berpendapat bahwa JK belum cukup punya kharisma untuk untuk menjadi Presiden, kecuali mengusung Sultan HB sebagai Wakilnya. Namun, karena Sultan juga berasal dari Golkar, jadi Golkar harus berjalan sendiri. Kalau JK mau berharmoni lagi dengan SBY, kemungkinan besar akan menang, karena saingannya hanya Megawati. Secara logika (bukan secara politik loh), PKS dan PAN akan sulit bergandengan dengan Megawati, kecuali ada bargain politik tertentu.  Kalkulasi kekuatan 2 partai ini mencapai 12%, hampir sama dengan perolehan suara PDIP sendiri. PKB, kemungkinan akan mendukung Megawati sebagai presiden. Hanura dan Gerindra mentok akan berkoalisi mengambil jabatan maksimal wakil presiden. PDIP mau menyerahkan kursi calon presiden kepada Prabowo atau Wiranto?. Gak mungkin Lah yaw.  Jadi prediksi pasangan presiden yang akan datang :

SBY – JK  dan Megawati – Sri Sultan HB

kalau Golkar membolehkan, Sri Sultan bisa menjadi vote getter yang cukup kuat,  tapi gak mungkin kayaknya)

SBY – HIDAYAT dan Megawati – JK

Megawati – JK, mungkinkah? Apa yang gak mungkin di dunia politik?

Kita tunggu saja pemilu Nanti. Jangan lupa juga, masih ada 20% suara partai gurem yang bisa diperebutkan.

Link yang lain

  1. Pemilu 2009 dalam komentar Pemilu 2009 tinggal satu bulan lagi. saya melihat di kampung...
  2. Panduan Pemilu 2009 (tata cara mencontreng dan spoiler KPPS) Di website saya banyak yang menanyakan tentang cara mencontreng yang...
  3. Intermezzo – Angka Ajaib Boleh percaya, boleh tidak, bahwa:angka itu ajaib… Angka-angka ini rasional...
  4. Yang unik dalam kampanye 2009   Sistem penetapan anggota legislatif dengan menggunakan suara terbanyak menyebabkan...
  5. Berhentilah mengharap banyak dari Obama Gegap gempita kemenangan obama saat ini mungkin sudah mulai berkurang,...

Istilah Pencarian:

Klik untuk melihat list
Anda dapat berlangganan semua komentar dalam posting ini melalui RSS 2.0 feed. Anda dapat meninggalkan pesan, atau trackback dari situsmu sendiri.

Tinggalkan komentar disini