Pemilu 2009 dalam komentar

Post ini ditulis dalam kategori [ Umum ]

Pemilu 2009 tinggal satu bulan lagi. saya melihat di kampung saya bahkan orang sudah ramai memasang simbol-simbol partai masing-masing. Di televisi, saluran favorit saya tiba-tiba dipenuhi dengan wawancara dengan orang-orang yang selama ini tidak saya kenal, mengaku-ngaku telah berjasa banyak kepada kita, dan meminta kita untuk memberikan suaranya (kenal aja enggak).

Saya sudah melewati beberapa kali pemilu dalam hidup saya, mungkin sejak tahun 80 – an. Waktu itu kalau lagi ada kampanye, ibu saya melarang kami, anak-anaknya untuk keluar, takut jadi korban amukan massa kampanye yang kadang-kadang bertindak sembarangan. Jadinya kami justru berdiam diri di rumah walaupun jarak kampanyenya dengan rumah hanya 1 km.

Tanpaknya pemilu kali ini, tidak seperti pemilu-pemilu sebelumnya, kurang begitu meriah. Mungkin karena krisis ekonomi yang mendera. Namun di jalan-jalan, yang rame hanya papan reklame saja. Belum ada penggalangan massa dengan jumlah signifikan untuk sekedar misalnya : mengadakan pertunjukan dangdut kek, atau apa kek. Belum waktunya kali yaa…

Melihat kertas pemilu yang begitu besar,  saya sudah membayangkan untuk malas pergi ke TPS. Bayangkan betapa repotnya membuka 4 lembar kertas seukuran koran, kemudian mencari nama salah satu caleg kita (nggak ada fotonya lagi), mana caleg juga nggak banyak yang kenal). Saya melihat hal ini sebagai langkah yang sangat tidak efektif. Bayangan saya, langkah yang dilakukan oleh pemilih adalah sebagai berikut :

  1. Masuk ke bilik suara dengan membawa 4 gebok besar kertas suara.
  2. Membuka surat suara pertama yang berada di tumpukan paling atas
  3. Membaca sebentar judul surat suara, kemudian menskim gambar parpol yang dikenalnya. Barangkali proses ini akan dibantu dengan tangan
  4. Mencari nama caleg di bawah gambar partai yang dikenalnya tersebut
  5. Mencontreng nama caleg itu
  6. Melipat kertas suara tersebut dan meletakkan di sisi yang bersebarangan dengan kertas suara yang belum dicontreng
  7. mengulangi langkah 2 sampai surat suara habis
  8. keluar dengan membawa tumpungan kertas suara yang sudah dicontreng
  9. menyerahkan surat suara kepada petugas
  10. mengotori jempolnya dengan tinta tanda telah memilih
  11. pulang dengan berbagai perasaan

 

Beberapa prediksi saya tentang Pemilu 2009:

  1. Orang akan malas datang ke TPS, karena coblosannya susah membayangkan prosedur yang harus dilakukan. Belum lagi bagi kaum tua yang buta huruf, apalagi tidak ada aturan untuk membantu mereka yang buta huruf dalam memilih
  2. Banyak terjadi salah pilih, karena tentu saja sulit untuk menemukan nama seseorang diantara sekian banyak nama
  3. Partai yang lambangnya ada di sisi kanan kertas agak kehilangan beberapa suara, karena kebanyakan orang cenderung menskim sisi kiri.
  4. Hanya partai yang lambangnya sudah sangat dikenal, akan mendapatkan banyak suara. Artinya partai baru harus sering menampilkan gambar partainya di media.
  5. Kertas suara di tumpukan terakhir akan diisi dengan malas-malasan.
  6. Dengan demikian akan banyak terjadi salah pilih dan golput.

TATA CARA MENANDAI KARTU SUARA

DI PEMILU 2009. Hati-hati dilingkari maupun disilang dianggap tidak sah.

CARA YANG BENAR

 

kartun_menandai1kartun_menandai_benar1kartun_menandai_benar21kartun_menandai_benar31

CARA YANG SALAH

kartun_menandai_salah1

Berikut ini adalah partai-partai yang berlaga di pemilu 2009. Anda bisa langsung mengklik link yang bersesuaian untuk mengetahui profil partainya lebih lanjut.

DAFTAR PARTAI POLITIK PESERTA

PEMILU 2009

 

 

 

Sumber:

Link yang lain

  1. Korban Demokrasi! Saya prihatin mendengar berita yang sedang hangat-hangatnya hari ini, yaitu...

Istilah Pencarian:

Klik untuk melihat list
Anda dapat berlangganan semua komentar dalam posting ini melalui RSS 2.0 feed. Anda dapat meninggalkan pesan, atau trackback dari situsmu sendiri.

Tinggalkan komentar disini