Mengapa wanita memakai rok, mengapa pria memakai celana?

Post ini ditulis dalam kategori [ Umum ]

Itu adalah pertanyaan teman saya. Sebuah pertanyaan yang cukup kreatif, dan mengundang banyak pendapat, serta memaksa orang untuk berpikir kreatif. Saya akan menjawab permasalahan ini sesuai dengan kemampuan saya saja (memangnya punya kemampuan apa?)

Pertama, mengapa wanita memakai Rok?. 

Itu jaman sekarang, jaman dulu ada sih pria yang memakai rok dan dianggap wajar-wajar saja.  Nggak percaya?. Lihat gambar ini:

 

Seragam Skotlandia

Seragam Skotlandia

Gimana? Keren nggak?

Terus, kalau berbicara masalah mengapa pria rambutnya pendek, kok nggak dipanjangkan saja, ini ada gambar yang bisa menjawab pertanyaan tersebut

Pria berambut panjang

Pria berambut panjang

Terus ada alasan lagi, bahwa pria harus bekerja di luar rumah, dan wanita bekerja di rumah, maka baca artikel dan lihat gambar ini:

Ini Bapak-bapaknya pada kemana?

Ini Bapak-bapaknya pada kemana?

Baca Artikelnya disini 

Jadi menurut saya, saudara-saudara. Masalah mengapa wanita memakai rok dan lelaki memakai celana, itu hanya masalah budaya. Hal ini disebabkan lelaki selalu dikesankan sebagai pemimpin atas wanita (qowwamuna ‘alan nisa’) sehingga mereka harus bertanggungjawab terhadap wanita. Untuk itu mereka yang harus bekerja diluar, yang notabene mempunyai resiko tinggi. Karenanya pakaian juga harus praktis, agar tidak mengganggu aktivitas lelaki yang dinamis (wuiih dinamiss).  Sementara wanita harus dipuja, disanjung dan dilindungi. Dengan demikian harus dibungkus dengan sesuatu yang bagus, pakaian yang berekor panjang, berenda-renda dst.

Masyarakat itu dinamis, artinya segala hal dapat dipengaruhi dari kesan yang jelek, menjadi sedikit lebih baik, bahkan kalau digerus terus menerus akan menjadi normal. Contoh : Kata-kata LONTHE, SENUK dan semacamnya, dalam perkembangannya berubah menjadi WTS (Wanita Tuna Susila) yang secara bahasa menjadi lebih “halus”. Sekarang demi alasan kemanusiaan, kata itu berubah menjadi PSK (Pekerja Seks Komersial), bayangkan, bahkan sekarang itu sudah dianggap sebagai profesi. Makanya jangan heran kalau kemudian akan muncul ASGI (Asosiasi Germo Indonesia).

Demikian juga dengan GAYa Nusantara, zaman dulu orang sudah antipati duluan, namun dengan didikan media, sedikit demi sedikit hal ini bisa berubah. Jadi Apa susahnya merubah image masyarakat, tukeran, pria pakai rok dan wanita pake celana?

Sekarang anda dapat membayangkan apa jadinya bila setiap hari kita disuguhi tayangan televisi berisi para waria? Tambah Seru!!

 

Cowok, kok cakep banget?

Cowok, kok cakep banget?

 

 

 

 

Belum ada posting yang berhubungan.


Istilah Pencarian:

Klik untuk melihat list
Anda dapat berlangganan semua komentar dalam posting ini melalui RSS 2.0 feed. Anda dapat meninggalkan pesan, atau trackback dari situsmu sendiri.

3 komentar pada “Mengapa wanita memakai rok, mengapa pria memakai celana?”

  • fiona
    21 June, 2009, 23:19

    setuju!!!!!!!

  • Sugiharto
    21 August, 2009, 4:55

    Saya sih setuju saja pria pakai rok. Memangnya lebih nyantai daripada pakai celana panjang ‘kan. Cuma kapan ada yang mulai buka toko di mall jualan rok khusus pria ya. Kalau sudah ada yang berani jualan, pasti sebentar saja banyak pria jalan jalan di mall pakai rok.

  • 29 August, 2009, 6:25

    kalau mau jadi perintis, gak apa2 mas. Tapi masalahnya saya sedang hangat membicarakan tentang kaum waria (dengan konotasi lebih baik daripada banci ataupun bencong, biasa – kerjaan orang bahasa), bagaimana cara penanganan mereka. Kalau mereka disuruh pake rok, malah menjadi-jadi…

Tinggalkan komentar disini